Oleh: taofik muhammad | Oktober 31, 2013

Memperkenalkan Akun Twitter Media Informasi Cianjur Selatan

Hallo, teman-teman dari Cianjur Selatan. Hari ini, kami akan memperkenalkan akun twitter resmi blog cianjurselatan.wordpress.com. Bagi anda yang memiliki akun twitter, silahkan untuk di follow dan saling aktif memberikan informasi mengenai Cianjur Selatan.

Akun twitter tersebut diciptakan sebagai akun komunitas, anda bukan hanya bisa melihat twit dari kami melainkan anda juga bisa ikut aktif memerikan konten-konten yang menarik dan informatif untuk mereka warga Cianjur Selatan atau siapapun yang membutuhkan informasi mengenai Cianjur Selatan.

Jadi, tunggu apalagi segera follow kami @infocisel

Oleh: taofik muhammad | September 5, 2011

Empat Ruas Jalan Berpotensi Dongkrak Ekonomi Cianjur Selalatan

Infrastuktur berupa akses jalan merupakan barang langka di Cianjur Selatan. Buruknya komitmen pemerintah untuk mengembangkan jalan raya membuat ekonomi di kawasan ini terus tertinggal dari kawasan lainnya. Padahal, jika saja pemerintah mau serius membangun infrastruktur jalan, banyak potensi ekonomi yang bisa dikembangkan.

Empat dari sekian banyak akses jalan potensial di Cianjur selatan saat ini masih dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Rusaknya jalanan, serta badan jalan yang sempit merupakan hal yang rumlah di Cianjur Selatan. Keempat jalan tersebut sesungguhnya sangatlah potensial jika bisa dikembangkang. Potensial karena mampu membuat jalan pintas ke kota-kota pusat ekonomi di Jawa Barat.

1. Ruas Cianjur – Sindang Barang

Semua orang menyadari bahwa ini adalah urat nadi perekonomian Cianjur Selatan. Namun jalanan sepanjang lebih dari 120KM tersebut tetap dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Ruas jalan masih sempit, dan kondisi jalanan yang jarang dirawat membuat truk-truk besar dan bus besar sulit untuk memasuki wilayah Cianjur Selatan. Tak ayal, kondisi tersebut menyebabkan potensi wisata di pantai selatan tidak berkembang. Ironisnya kondisi jeleknya akses jalan dari pusat pemerintahan ke pantai selatan Jawa Barat hanya ditemukan di Cianjur. Kabupaten-kabupaten lain di Jawa Barat telah memiliki akses jalan yang cukup luas untuk dilalui mobil-mobil ukuran besar.

2. Ruas Sukabumi-Sukanagara-Bandung

Jalanan yang menghubungkan bandung – sukabumi via sukanagara tersebut dipastikan mampu melambungkan kegiatan ekonomi warga. Jika seandainya jalannya sudah layak pakai (lebar, dan bagus) maka warga Cianjur Selatan akan semakin dekat untuk memasarkan produk hasil buminya. Bandung, merupakan pasar potensial bagi pemasaran industri di wilayah Cianjur Selatan,dan akses jalan ke Sukabumi mampu memudahkan koneksi angkutan ke Jabodetabek.

3. Bandung – Naringgul – Cidaun

Pada masa liburan lebaran, pantai selatan Cianjur dipenuhi oleh wisatawan. Namun sayangnya, kabupaten kita tidak lebih menarik dari Kabupaten Garut. Saya bisa mengatakan hal tersebut karena saya menyaksikan sendiri wisatawan yang berkunjung ke pantai santolo lebih banyak daripada pantai Jayanti. Jangan bandingkan Jayanti dengan pelabuhan ratu, itu kelasnya sudah sangat berbeda :). Salah satu permasalahan yang membelenggu tidak berkembangnya pantai selatan adalah akses jalan. Orang2 dari daerah Bandung kebanyakan lebih memilih berwisata di Garut karena akses jalan yang lebih mumpuni. Perlu anda tahu, ke pantai Santolo Garut, bis-bis besar sudah berani masuk. Sedangkan ke Jayanti, bus kecil aja sudah malas.

Maka dari itu, akses jalan dari Bandung ke Cidaun via naringgul mutlak di perlukan. Sekali lagi, Bandung merupakan pasar yang sangat potensial untuk wisata bahari. Jika seandainya pemerintah pintar mengambil peluang, sudah sepantasnya jalan tersebut diperlebar.

4. Ruas Sindang Barang – Cikadu – Bandung

Terakhir adalah ruas jalan dari Sindang Barang ke Bandung lewat Cikadu. Sindang barang telah menjadi pusat kegiatan ekonomi di pantai selatan Cianjur. Perlu penataan yang baik dan pembangunan infrastruktur yang memadai agar Sidang Barang bisa berkembang lebih pesat. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah membangun jalan yang menghubungkan sindang barang – bandung lebih dekat.

Itu lah ruas2 jalan d Cianjur Selatan yang berpotensi untuk mengembangkan ekonomi di kawasan Selatan. Pada dasarnya bukan hal yang sulit bagi pemerintah untuk melakukan hal tersebut. Mereka hanya butuh otak dengan kapasitas yang lebih besar, hati nurani, semangat membangun, dan nyali yang besar untuk melawa setan-setan yang selalu mendorong mereka melakukan korupsi pada proyek-proyek besar.

Oleh: taofik muhammad | Juli 20, 2011

Anggota DPRD, Kedapatan Ingkar Janji Dalam Hal Kecil?

Sebuah update status yang menarik sekaligus cukup mengejutkan saya dapatkan malam hari ini. Dalam akun facebook sebuah media elektronik Cianjur Selatan, tertulis status yang berisi kekecewaan terhadap salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cianjur. Mereka menulis “Naha citra tukang bohong Anggota dewan (Cianjur) mash melekat?? naha meni mudah mengingkari janji?? kami Media di Cianjur kidul merasa sangat Kecewa..!!!”. Dalam komentar yang mereka tambahkan terungkap bahwa media tersebut telah berhasil mengontak salah satu anggota dewan untuk berbicara tentang pemekaran Cianjur Selatan. Mereka mengontak sudah sejak hari Senin (18/7/2011), namun ketika tiba pada waktunya, anggota dewan tersebut tidak menepati janjinya. Baca Lanjutannya…

image

Pagi ini cuaca tidaklah begitu cerah, bahkan sedikit muram. Namun, hal tersebut tidak membuat para pengunjung taman alun-alun Cianjur menjadi muram. Sebaliknya, mereka terlihat sangat menikmati pagi pukul 06.34 yang dingin ini dengan wajah cerah ceria.

Ada diantara mereka yang menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di atas kerikil batuan sungai, ada yang mengajak putrinya untuk bermain lempar bola, dan ada juga yang mengajak anjingnya untuk jalan-jalan.

Apapun yang mereka lakukan satu hal yang dapat saya simpulkan, mereka senang karena pemerintah Cianjur telah menyediakan taman yang Indah dan nyaman untuk dikunjungi sehingga tidak ada waktu untuk taman ini beristirahat di siang hari.

Setelah berapa bulan berselang,  setelah lama saya tidak menyempatkan diri untuk menikmati keindahan Cianjur ada perubahan signifikan yang secara kasat mata saya rasakan. Perubahan tersebut diantaranya adalah ya itu tadi, taman di Cianjur menjadi lebih rame dan satu lagi. Sedikit terlihat masyarakat Cianjur saat ini lebih meningkat daya belinya. Terlihat dari beberapa pusat perbelanjaan di Cianjur yang semakin rame pengunjung. Bukan hanya Mall, atau departemen store, tapi toko baju biasapun terlihat lebih banyak pengunjung. Ini sebuah perkembangan baik menurut saya.

Ada ironi

Sayangnya, semua perkembangan tersebut bukanlan sebuah jaminan bagi kabupaten Cianjur untuk dikategorikan sebagai kabupaten maju. Bukan pula jaminan masyarakat Cianjur makmur secara keseluruhan. Semua yang kemajuan yang saya ceritakan diatas hanya dapat dirasakan oleh mereka warga Cianjur Kota atau setidaknya tidak teralu jauh dari Kota Cianjur. Lalu bagiamana dengan kami, warga Cianjur Selatan yang masih merengek-rengek minta agar diperhatikan?

Jika anda berkunjung ke Cianjur Selatan, sontak anda akan merasa betapa tidak meratanya pembangunan di Cianjut tercinta ini. Sebuah ironi terjadi, orang-orang perkotaan semakin betah tinggal di kota karena pembangunan fasilitasnya, sementara orang-orang Cianjur Selatan semakin suram karena kesal tidak ada pembangunan di daerahnya.

Sebuah ironi terjadi, ketika masyarakat kota Cianjur menikmati indahnya taman lansia (joglo), maupun taman alun-alun, masyarakat Cianjur Selatan malah hampir putus asa karena jalanannya hancur lebur. Sebuah ironi juga terjadi, ketika masyarakat perkotaan semakin dimanjakan oleh pusat perbelanjaan modern, masyarakat Cianjur Selatan masih dibingungkan oleh sulitnya untuk mencari penghidupan.

Salah siapa, dan sampai kapan ini akan terjadi?

Taofik Muhammad

Oleh: taofik muhammad | Mei 2, 2011

Hari Pendidikan Nasional, dan Enterpreneurship

Hari ini tepat tanggal 2 Mei 2011. Setiap tahun tanggal dua bulan Mei selalu diperingati sebagai hari pendidikan nasional. Peringatan tersebut hanya berselang satu hari setelah May Day atau hari buruh.

Menengok pendidikan di Indonesia khusunya di Cianjur Selatan memang jauh dari kata sempurna. Namun demikian kita juga perlu mengapresiasi pemerintah karena pemerintah telah melakukan banyak perubahan terutama di sisi infrastruktur terhadap pembangunan pendidikan di Cianjur Selatan. Saat ini hampir semua kecamatan di Cianjur Selatan memiliki setidaknya satu sekolah menengah atas. Sekolah menengah atas kejuruan menjadi pilihan utama pemerintah. Hal tersebut saya pikir sangat tepat, karena SMK memiliki kompetensi yang dikembangkan dari kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar. SMK Cianjur Selatan yang berlokasi di daerah pinggir pantai bisa membuat juruasan kelautan, sebaliknya SMK yang terletak di daerah pegunungan sepantasnya membuka kelas pertanian.

Namun demikian, perlu diperhatikan dengan baik para peserta didik, para siswa-siswi SMK tersebut benar-benar bisa terserap oleh lapangan pekerjaan. Sekolahnya sudah benar, tapi lapangan pekerjaannya minim sama dengan membiarkan para intelektual tersebut untuk nganggur. Disanalah letak pentingnya pendidikan wirausaha.

Hampir semua masyarakat di negara maju, seperti Amerika setuju bahwa wiraswasta atau enterpreneur merupakan jawaban atas merajalelanya pengangguran. Namun sayangnya, penduduk Indonesia (terutama para orang tua) lebih bangga jika anaknya bekerja jadi PNS atau jadi buruh di pabrik daripada jadi wiraswasta. Hal tersebut berlandaskan pada paham bahwa bekerja itu enak, tiap bulan tidak perlu bingung jualan laku atau tidak, karena gaji pasti keluar.

Inilah sebuah paradigma yang perlahan harus mulai diubah. Banyaknya SMK di Cianjur Selatan alangkah baiknya jika mengarahkan siswa untuk menjadi seorang pengusaha sukses daripada menjadi pegawai. Jika sistem tersebut sudah berjalan dengan baik, maka berita tentang TKW Cianjur Selatan yang disiksa majikan merupakan sebuah berita langka. Selain itu, dengan enterpreneurship masa depan Cianjur Selatan bisa lebih cerah. Karena, jika banyak pengusaha dari Cianjur Selatan, maka pemerintah tidak perlu lagi susah payah untuk mencari investor pengembangan Cianjur Selatan.

Sederhananya seperti itu. :)

Oleh: taofik muhammad | April 23, 2011

Saya yakin, anda juga seperti itu kan?

Hampir menginjak angka lima tahun saya kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia. Sebuah masa kuliah yang cukup memalukan, karena memang banyak teman saya yang sudah lulus. Saat ini saya termasuk kaum minoritas angkatan 2006 yang masih bertahan di Ilmu Komputer UPI.

Selama masa studi tersebut sangat banyak sekali rencana bisnis yang saya gagas, dan dengan meminta dukungan dari rekan-rekan saya mencoba untuk mewujudkannya.

Pada semester awal, saya pernah berniat untuk berjualan tema Sony Ericsson, karena saat itu begitu banyak pengguna ponsel Soner namun tidak mengerti bagaimana caranya untuk utak-atik temanya agar sesuai dengan apa yang dia inginkan. Namun ide tersebut akhirnya gagal. Saya dan rekan (opi dan adi) sudah menyebarkan famplet di sekitar kampus, tepat jam 9 malam. Hari pertama kami menunggu telepon, tidak kunjung ada yang telpon. Pas sore hari di hari kedua sepulang dari kampus, kami menemukan pamflet kami sudah ditutup oleh pamflet milik orang lain, ah sial.

Ide lainnya yaitu doble sim card. Ya masih dengan dua rekan yang sama. Kami berencana untuk memasarkan dobel sim card. Saat itu ponsel dual sim card tidaklah terlalu banyak seperti sekarang. Ada sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna ponsel single sim card untuk menggunakan dua kartu sekaligus. Kami sudah mencari referensi kesana kemari, bahkan kami sudah membeli barangnya. Namun sayang, tidak ada yang mau. Katanya harganya kemahalan.

Lanjut ke rencana bisnis lainnya. Rencana tersebut adalah antibiasa.com. Antibiasa merupakan sebuah proyek pembuatan situs. Itu adalah kali pertama saya bersentuhan dengan dunia pemrograman internet. Domain telah lebih dulu kami beli, tapi kami masih bingung mau dijadikan apa situs ini. Pada akhirnya antibiasa kami jadikan sebagai situs ensiklopedia Indonesia. Tujuannya (selain demi uang) adalah untuk memperkenalkan kehebatan Indonesia ke masyarakat Indonesia dan dunia.

Namun demikian, antibiasa tersebit tidak kami teruskan. Alasan utamnya karena kekurangan finansial. Pendapatan dari google adsense tidak kunjung datang, dari para donatur maupun pengiklan apalagi.

Tidak hanya berhenti di antibiasa, saya dan kawan juga mencoba untuk berbisnis kaos, sweater, bahkan sampai ke kartu undangan. Hasil dari semua itu adalah nol dari sisi finansial, namun sangat beharga untuk pengalaman saya.

Hingga pada suatu hari ada sebuah program yang dikeluarkan oleh DIKTI. Program tersebut dikenal dengan istilah Program Mahasiwa Wirausaha (PMW). Karena saya merasa butuh modal untuk berwiraswasta akhirnya saya bersama Dini Rafuani Pratiwi (the special one) serta Yusup Nurjaman coba untuk mendaftar. Kami bertiga mendaftar dengan bidang usaha makanan (beda lagi kan dari ide sebelumnya :)). Ok, singkat cerita dari bertiga orang ini hanya saya yang lolos dan berhak mendapat uang sejumlah 4,9 juta. Apakah itu artinya saya bisa lancar dalam berwirausaha?

Jawabnnya tidak. :)

Saat uang tersebut cair, tenyata saya masih belum bisa untuk memulai bisnis. Alasannya karena saya masih harus berkonsentrasi penuh untuk mengerjakan skrispi.

Ya, sampai sekarang. Sampai tulisan ini dibuat, status saya masihlah seorang mahasiswa belum menjadi bisnis man. :)

Namun, tahukah anda? sebanyak apapun ide bisnis yang saya tuangakan tidak terlepas dari tujuan akhir saya yaitu membangun Cianjur Selatan. Apa yang ingin saya lakukan? saya ingin mengembangkan sebuah resort pariwisata di Cianjur Selatan. Selain itu, saya juga ingin membangun pusat bisnis, kesehatan dan olah raga.

Saya yakin, anda juga seperti itu kan?

Saya tahu, setiap pengujung blog ini pasti cinta sama Cianjur Selatan. Oleh karena itu saya yakin, anda juga berpikir yang sama bukan?

Masyarakat Cisel merupakan seorang petualang. Mereka kebanyakan berada diluar daerah untuk menuntut ilmu maupun mencari nafkah. Dan saya yakin setiap langkah kerja maupun setiap ilmu yang anda raih selalu terbesit dalam hati untuk membawanya ke tanah kita, Cianjur Selatan.

JADILAH PAHLAWAN UNTUK DAERAHMU

Oleh: taofik muhammad | Maret 27, 2011

Galeri Foto Naringgul, Cianjur Selatan

Cianjur Selatan memang memiliki pesona yang sangat luar biasa. Jika kita berbicara tentang keindahan Cianjur Selatan, tentu akan sangat salah besar jika kita hanya mengingat dan membicarakan bibir Pantainya saja. Keindahan Cianjur Selatan juga terpancar melalui rangkaian bebukitan dan persawahan yang membentang indah. Cianjur Selatan memang tidak memiliki gunung tinggi layaknya Cianjur Utara (Gn. Gede), namun di sini, di tanah ini, kaya akan kontur tanah yang bergelombang sehingga menimbulkan sebuah efek hipnotis bagi siapa saja yang melihatnya. Bentuk tanah yang bergelombang tersebut membentuk menjadikannya bukit-bukit nan indah. Orang disini sering menyebutnya pasir (bahasa sunda). Baca Lanjutannya…

Oleh: taofik muhammad | Februari 26, 2011

Selamat Anda Berada di Kabupaten Yang Benar

Ya, selamat anda berada di Kabupaten yang benar-benar ngaco. Silahkan anda menilai sendiri apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Cianjur. Di bawah ini merupakan data yang bersumber dari situs pemprov Jawa Barat. Data ini bercerita tentang panjang jalan di Kota/Kabupaten yang berada di wilayah Porvinsi Jawa barat tahun 2008. Ya sekitar Dua tahun lalu. Baca Lanjutannya…

Oleh: taofik muhammad | Januari 25, 2011

Solusi Moda Transportasi Cianjur Selatan yang Lebih nyaman

Banyak tidak selalu brarti bagus, hal tersebut setidaknya berlaku untuk moda transportasi elf (sejatinya merk-nya mitshubishi 100PS) yang melayani rute Cianjur-Cianjur Selatan. Untk menuju ke berbagai wilayah di Cianjur selatan, penduduk di layani oleh elf yang masuk sampai ke kecamatan masing-masing.

Penduduk Cianjur selatan tidaklah sebanyak Cianjur utara, namun para pengusaha angkutan harus bertempur setiap hari demi berebut penumpang yang jumlahnya kurang dari 500 orang/hari (utk jarak jauh). Hal tersebut tentu tidaklah sehat.

Penumpang yang sedikit, dikombinasikan dengan banyaknya elf memaksa mereka untuk ngetem lama bahkan sampai 2 jam. Sangat tidak wajar untuk sebuah sistem transportasi. Pada akhirnya yang dirugikan adalah penumpang yang harus menunggu lama. Penderitaan penumpang tidak berakhir sampi disana, mereka juga harus memasang muka sinis dan seribu alasan untuk menolak pedagang salak atau jeruk yang sering memaksa. Belum lagi bau terminal dan sampah yang disertai oleh panasnya udara Cianjur.

Solusi

Seperti yang dikatakan diawal, solusinya adalah mengurangi populasi elf. Lho, kalau gitu nanti banyak yang g makan dong? Tidak, bukan sepenuhnya menghapuskan keberadaan mereka, melainkan memotong jalur mereka hanya sampai ke titik-titik tertentu yang saya sebut kota satelit. Dari kota-kota satelit tersebut, perjalanan penumpang dilanjutkan oleh bus-bus kecil, kalau perlu ber-AC. Hhmm.. Enak kan?

Dalam imajinasi saya, setidaknya ada tiga kota yang bisa dijadikan kota satelit. Sindang Barang, Tanggeung, dan Sukanagara. Di ketiga tempat tersebut kemudian dibangun terminal. Sub terminal di Tanggeung dan Sukanagara. Sedangkan terminal besar di Sindang Barang. Pemilihan Sindang Barang bukan tanpa alasan. Sejauh pantauan saya, saat ini angkutan elf jurusan Sd Barang – Cianjur lebih sedikit dripada Cidaun-Cianjur, dengan demikian kemungkinan untuk mengorbankan elf lebih kecil.

Terminal Sindang Barang akan dijadikan Terminal Bus jurusan Sindang Barang – Cianjur, Sd Barang-Pangandaran, Sd Barang – Tasik, Garut atau kota lainnya. Sedangkan sub terminal menjadi halte untuk bus, dan tempat berhenti untuk efl-elf dari setiap kecamatan terdekat. Misalnya, elf jurusan Cijati nantinya akan berhenti di sub terminal tanggeung. Elf Cikadu dan Cidaun, berhenti di Sd. Barang.

Apa manfaatnya?

Konsep ini memiliki banyaj manfaat, bahkan bisa membuat semua happy, kenapa?

1. Bagi Pengusaha

Sadar atau tidak disadari, kebanyakan para pengusaha angkutan mendapati penumpang jarak pendek. Ya, banyak penumpang para siswa atau pekerja yang berangkat tiap hari. Untuk jarak jauh, lima orang juga udah termasuk banyak. Dengan pemotongan tersebut, mereka akan lebih fokus. Selain itu mereka juga tidak perlu mengeluarkan biaya operasional yang banyak bukan?

2. Bagi Penumpang

Jelas, bus lebih manusiawi di banding elf untuk perjalanan selama 5 jam.

3. Bagi Perkembangan Daerah

Kota-kota satelit yang saya maksudkan tadi pasti jadi rame. Jika rame, maka banyak investor yang mau berdatangan. Ramai dikunjungi karena ada sarana transporasi yang menuju kesana.

Bagaimana? Indahnya Cianjur Selatan bukan?

Oleh: taofik muhammad | Januari 23, 2011

Sinyal Makin Lancar, Jalan Makin Kacau

Sejak ekspansi jaringan seluler, enam tahun lalu kondisi sinyal telekomunikasi di Cianjur Selatan semakin baik. Berapa operator kawakan Indonesia seperti Indosat dan Telkomsel makin giat menggarap Cianjur Selatan. Hal tersebut mereka lakukan karena menyadari, kampung tidak berarti kecil potensi. Perkampungan saat ini menjadi lahan yang cukup menjanjikan. Bagaiamana tidak, orang-orang yang konon katanya nyari makan saja susah, tapi nyatanya mereka pada punya alat komunikasi yang disebut ponsel.

Bukan hanya satu keluarga satu, tapi saat ini sudah menginjak satu orang satu. Hmm.. Mungkinkah ini yang disebut sebagai era teknologi informasi?

Besarnya potensi tersebut, membuat persahaan seluler makin gencar menambah jaringan. Bahkan saat ini, telkomsel tengah memperluas jaringannya melalui BTS bersama. Alhasil, jaringan telkomsel semakin mudah ditemukan.

Disisi lain, kemajuan dibidang teknologi tidak dibarengi oleh perbaikan di bidang infrastruktur jalanan. Berbicara tentang jalanan, kita tidak hanya berbicara tentang jalur protokol Cianjur-Cidaun. Namun kita juga berbicara tentang jalur-jalur ke kecamatan yang letaknya jauh dari jalan utama. Kondisi jalanan disana tergolong sangat memprihatinkan.

Jika melihat tanggung jawab, jalanan tersebut merupakan tanggung Jawab pemda Cianjur. Hak tersebut tentu sangat menyesakan dan memalukan. Memalukan karena, bupati incumbent yang terpilih kembali saat pilkada kemarin tengah menjanjikan banyak perubahan. Padahal, hasilnya tidak bisa dirasakan oleh semua masyarakat.

Pada dasarnya, kami warga Cianjur selatan tidaklah peduli terhadap siapa yang memimpin kami. Yang kami pedulikan adalah, kami ingin jalanan ke daerah kami lancar.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 249 pengikut lainnya.