Oleh: taofik muhammad | Januari 25, 2011

Solusi Moda Transportasi Cianjur Selatan yang Lebih nyaman

Banyak tidak selalu brarti bagus, hal tersebut setidaknya berlaku untuk moda transportasi elf (sejatinya merk-nya mitshubishi 100PS) yang melayani rute Cianjur-Cianjur Selatan. Untk menuju ke berbagai wilayah di Cianjur selatan, penduduk di layani oleh elf yang masuk sampai ke kecamatan masing-masing.

Penduduk Cianjur selatan tidaklah sebanyak Cianjur utara, namun para pengusaha angkutan harus bertempur setiap hari demi berebut penumpang yang jumlahnya kurang dari 500 orang/hari (utk jarak jauh). Hal tersebut tentu tidaklah sehat.

Penumpang yang sedikit, dikombinasikan dengan banyaknya elf memaksa mereka untuk ngetem lama bahkan sampai 2 jam. Sangat tidak wajar untuk sebuah sistem transportasi. Pada akhirnya yang dirugikan adalah penumpang yang harus menunggu lama. Penderitaan penumpang tidak berakhir sampi disana, mereka juga harus memasang muka sinis dan seribu alasan untuk menolak pedagang salak atau jeruk yang sering memaksa. Belum lagi bau terminal dan sampah yang disertai oleh panasnya udara Cianjur.

Solusi

Seperti yang dikatakan diawal, solusinya adalah mengurangi populasi elf. Lho, kalau gitu nanti banyak yang g makan dong? Tidak, bukan sepenuhnya menghapuskan keberadaan mereka, melainkan memotong jalur mereka hanya sampai ke titik-titik tertentu yang saya sebut kota satelit. Dari kota-kota satelit tersebut, perjalanan penumpang dilanjutkan oleh bus-bus kecil, kalau perlu ber-AC. Hhmm.. Enak kan?

Dalam imajinasi saya, setidaknya ada tiga kota yang bisa dijadikan kota satelit. Sindang Barang, Tanggeung, dan Sukanagara. Di ketiga tempat tersebut kemudian dibangun terminal. Sub terminal di Tanggeung dan Sukanagara. Sedangkan terminal besar di Sindang Barang. Pemilihan Sindang Barang bukan tanpa alasan. Sejauh pantauan saya, saat ini angkutan elf jurusan Sd Barang – Cianjur lebih sedikit dripada Cidaun-Cianjur, dengan demikian kemungkinan untuk mengorbankan elf lebih kecil.

Terminal Sindang Barang akan dijadikan Terminal Bus jurusan Sindang Barang – Cianjur, Sd Barang-Pangandaran, Sd Barang – Tasik, Garut atau kota lainnya. Sedangkan sub terminal menjadi halte untuk bus, dan tempat berhenti untuk efl-elf dari setiap kecamatan terdekat. Misalnya, elf jurusan Cijati nantinya akan berhenti di sub terminal tanggeung. Elf Cikadu dan Cidaun, berhenti di Sd. Barang.

Apa manfaatnya?

Konsep ini memiliki banyaj manfaat, bahkan bisa membuat semua happy, kenapa?

1. Bagi Pengusaha

Sadar atau tidak disadari, kebanyakan para pengusaha angkutan mendapati penumpang jarak pendek. Ya, banyak penumpang para siswa atau pekerja yang berangkat tiap hari. Untuk jarak jauh, lima orang juga udah termasuk banyak. Dengan pemotongan tersebut, mereka akan lebih fokus. Selain itu mereka juga tidak perlu mengeluarkan biaya operasional yang banyak bukan?

2. Bagi Penumpang

Jelas, bus lebih manusiawi di banding elf untuk perjalanan selama 5 jam.

3. Bagi Perkembangan Daerah

Kota-kota satelit yang saya maksudkan tadi pasti jadi rame. Jika rame, maka banyak investor yang mau berdatangan. Ramai dikunjungi karena ada sarana transporasi yang menuju kesana.

Bagaimana? Indahnya Cianjur Selatan bukan?


Responses

  1. Saya sangat setuju dengan wacana tersebut,andai itu terjadi…berbanggalah kita warga Cisel.Urang SKGR tea.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: