Oleh: taofik muhammad | April 23, 2011

Saya yakin, anda juga seperti itu kan?

Hampir menginjak angka lima tahun saya kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia. Sebuah masa kuliah yang cukup memalukan, karena memang banyak teman saya yang sudah lulus. Saat ini saya termasuk kaum minoritas angkatan 2006 yang masih bertahan di Ilmu Komputer UPI.

Selama masa studi tersebut sangat banyak sekali rencana bisnis yang saya gagas, dan dengan meminta dukungan dari rekan-rekan saya mencoba untuk mewujudkannya.

Pada semester awal, saya pernah berniat untuk berjualan tema Sony Ericsson, karena saat itu begitu banyak pengguna ponsel Soner namun tidak mengerti bagaimana caranya untuk utak-atik temanya agar sesuai dengan apa yang dia inginkan. Namun ide tersebut akhirnya gagal. Saya dan rekan (opi dan adi) sudah menyebarkan famplet di sekitar kampus, tepat jam 9 malam. Hari pertama kami menunggu telepon, tidak kunjung ada yang telpon. Pas sore hari di hari kedua sepulang dari kampus, kami menemukan pamflet kami sudah ditutup oleh pamflet milik orang lain, ah sial.

Ide lainnya yaitu doble sim card. Ya masih dengan dua rekan yang sama. Kami berencana untuk memasarkan dobel sim card. Saat itu ponsel dual sim card tidaklah terlalu banyak seperti sekarang. Ada sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna ponsel single sim card untuk menggunakan dua kartu sekaligus. Kami sudah mencari referensi kesana kemari, bahkan kami sudah membeli barangnya. Namun sayang, tidak ada yang mau. Katanya harganya kemahalan.

Lanjut ke rencana bisnis lainnya. Rencana tersebut adalah antibiasa.com. Antibiasa merupakan sebuah proyek pembuatan situs. Itu adalah kali pertama saya bersentuhan dengan dunia pemrograman internet. Domain telah lebih dulu kami beli, tapi kami masih bingung mau dijadikan apa situs ini. Pada akhirnya antibiasa kami jadikan sebagai situs ensiklopedia Indonesia. Tujuannya (selain demi uang) adalah untuk memperkenalkan kehebatan Indonesia ke masyarakat Indonesia dan dunia.

Namun demikian, antibiasa tersebit tidak kami teruskan. Alasan utamnya karena kekurangan finansial. Pendapatan dari google adsense tidak kunjung datang, dari para donatur maupun pengiklan apalagi.

Tidak hanya berhenti di antibiasa, saya dan kawan juga mencoba untuk berbisnis kaos, sweater, bahkan sampai ke kartu undangan. Hasil dari semua itu adalah nol dari sisi finansial, namun sangat beharga untuk pengalaman saya.

Hingga pada suatu hari ada sebuah program yang dikeluarkan oleh DIKTI. Program tersebut dikenal dengan istilah Program Mahasiwa Wirausaha (PMW). Karena saya merasa butuh modal untuk berwiraswasta akhirnya saya bersama Dini Rafuani Pratiwi (the special one) serta Yusup Nurjaman coba untuk mendaftar. Kami bertiga mendaftar dengan bidang usaha makanan (beda lagi kan dari ide sebelumnya :)). Ok, singkat cerita dari bertiga orang ini hanya saya yang lolos dan berhak mendapat uang sejumlah 4,9 juta. Apakah itu artinya saya bisa lancar dalam berwirausaha?

Jawabnnya tidak.🙂

Saat uang tersebut cair, tenyata saya masih belum bisa untuk memulai bisnis. Alasannya karena saya masih harus berkonsentrasi penuh untuk mengerjakan skrispi.

Ya, sampai sekarang. Sampai tulisan ini dibuat, status saya masihlah seorang mahasiswa belum menjadi bisnis man.🙂

Namun, tahukah anda? sebanyak apapun ide bisnis yang saya tuangakan tidak terlepas dari tujuan akhir saya yaitu membangun Cianjur Selatan. Apa yang ingin saya lakukan? saya ingin mengembangkan sebuah resort pariwisata di Cianjur Selatan. Selain itu, saya juga ingin membangun pusat bisnis, kesehatan dan olah raga.

Saya yakin, anda juga seperti itu kan?

Saya tahu, setiap pengujung blog ini pasti cinta sama Cianjur Selatan. Oleh karena itu saya yakin, anda juga berpikir yang sama bukan?

Masyarakat Cisel merupakan seorang petualang. Mereka kebanyakan berada diluar daerah untuk menuntut ilmu maupun mencari nafkah. Dan saya yakin setiap langkah kerja maupun setiap ilmu yang anda raih selalu terbesit dalam hati untuk membawanya ke tanah kita, Cianjur Selatan.

JADILAH PAHLAWAN UNTUK DAERAHMU


Responses

  1. satu kata saja, saluuuttt…..!!!

    mungkin banyak yang memiliki ide seperti anda tapi belum banyak dari mereka (yang muda-warga cisel) yang berani merealisasikan ide tersebut….
    saya mungkin bagian dari warga cisel yang berpikiran sama, tetapi saya tidak mau larut dalam kegagalan masa lalu ketika saya berjuang lewat jalur pendidikan untuk kemajuan cisel. saat ini saya masih memiliki mimpi yang sama, memajukan cianjur selatan. walaupun hanya sebatas mimpi tapi semoga ada jalan untuk mewujudkannya.
    walaupun saat ini saya jauh dari kampung halaman tetapi saya terus memantau perkembangannya…menunggu kebijakan-kebijakan apa yang mereka(pemda) terapkan untuk cianjur selatan.

    semoga banyak warga cisel yang mampir ke sini untuk berbagi tentang mimpi mereka…

  2. tolong kirim no hp atau email saya tayasmen@yahoo.com
    saya tertarik untuk ide pengembangan pariwisata cianjur selatan. Saya bukan orang cianjur selatan, tapi sudah lama ingin daerah ini dapat dikembangkan

  3. salah satu solusi dengan ada nya transportasi maya yg lebih mudah, melalui bts yg makin banyak di cisel, kenapa tidak di buat makin maju saja anak2 cianjur selatan, dengan program d1/d2/d3 di sindang barang dan di cidaun, saya yg menggagas dan membangun smk di cidaun , yg mulai sekolah di kud dan sd, dan sekarang sdh menjadi smk kelautan… bagi mereka yg sdh lulus slta, bisa di tingkatkan sd d1/d2/d3 di daerah selatan asal mau kerjasama dengan ipb dan itb maupun politeknik lainnya..
    program pvb – pvbindonesia.wordpress.com, salah satu program meningkatkan kwalitas sdm di daerah tertinggal dan daerah terpencil.
    kalau pemda cianjur susah nyari dana buat bikin jalan, ya jalan toll komunikasi yg ada kita manfaatkan utk pendidikan pemuda di selatan cianjur…

    ayo kita mulai memandaikan mereka yg tidak bisa ke cianjur atau bandung…sehingga ilmu dan kompetensi nya tidak terlalu tertinggal…

    kita mimpikan bersama cianjur gdb nya naik seperti bandung kota dan bila mungkin spt singapura…kienapa tidak…yg jadi pemimpin harus cerdas dan cerdik…yg milih harus yg pandai …utk pandai di 32 kecamatan harus diperbanyak anak2 daerah yg pandai…

    mudah2an dalam 5 tahun yad..sdh ada 1000 lulusan diploma/kecamatan , sehingga mereka bisa memilih pemimpin yg baik..utk kemajuan cianjur…

    gatot hp


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: